Teknologi Canggih dalam Asian Games 2018

23 August 2018 By 0 Comments
Teknologi Canggih dalam Asian Games 2018 – Perhelatan Asian Games 2018 di Jakarta tidak hanya menyuguhkan kompetisi olahraga. Sebagai tuan rumah Asian Games 2018, Indonesia tentu ingin tampil maksimal untuk memberi layanan dan fasilitas terbaik bagi para atlet di setiap pertandingan. Apalagi ini adalah yang kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah ajang akbar olahraga negara-negara Asia, setelah yang pertama kali pada tahun 1962 di Jakarta. Segala persiapan telah dilakukan mulai dari infrastruktur pembangunan hingga pemanfaatan teknologi. Aspek teknologi pada Asian Games ini sangat diperhatikan. Ada beberapa teknologi canggih yang akan berperan mensukseskan pesta olahraga terbesar ini, berikut daftarnya.

1. Teknologi Proyektor Canggih


Pembukaan Asian Games yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 18 Agustus 2018, menggunakan teknologi proyektor dan lampu tata pencahayaan serba canggih. Proyektor itu yang membantu menampilkan konsep keindahan alam dan keberagaman budaya Indonesia. Tampilan gunung yang indah dengan 12.775 tanaman dan bunga menghiasi area seluas 1.350 meter persegi. Ada pula air terjun dengan 140.000 liter air melengkapi bentangan rumput hijau sepanjang 3.000 meter persegi.

2. Teknologi Sistem Ticketing


Panitia penyelenggara Asian Games 2018 berupaya mengantisipasi beredarnya tiket palsu dengan membatasi penjualan tiket melalui online juga offline. Organizing Committee (INASGOC) selaku penyelengara Asian Games 2018 menerapkan sistem e-ticketing. Tiket yang dijual bukan dalam bentuk fisik melainkan e-voucher yang dilengkapi dengan QR code. Tiket yang yang sudah dibeli dapat ditukar di lokasi dengan thermal ticket (tiket fisik) atau wristband ticket. Untuk mengantisipasi adanya calo tiket, INASGOC menerapkan peraturan bahwa pendaftar harus menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) atau surat izin mengemudi (SIM).

3. CCTV Pengenalan Wajah


Untuk menunjang keamanan stadion, sebanyak 250 closed-circuit television (CCTV) ditempatkan di dalam dan luar stadion, pemantauan berjalan selama 24 jam. Salah satu teknologi yang digunakan untuk meningkatkan kewaspadaan adalah penggunaan CCTV (Closed Circuit Television) dilengkapi teknologi pengenal wajah di seluruh ibu kota. Pemprov DKI Jakarta akan meningkatkan CCTV yang ada, dan dilengkapi dengan aplikasi yang bisa memprediksi berdasarkan face recognition, bukan hanya di venue Asian Games, sehingga dapat mengenali orang-orang yang mencurigakan dan juga untuk mengantisipasi tindak terorisme.

4. Kamera Hawk eye


Teknologi hawk eye ini menelan biaya Rp 85 juta per unit setiap harinya. Apa sih kegunaan hawk eye? yaitu untuk membantu wasit dalam pertandingan badminton. Sebenarnya, teknologi tersebut berperan layaknya seorang hakim garis. Software keluaran Swiss Score ini akan terpasang sebanyak dua unit, dari pembiayaan Konfederasi Bulu Tangkis Asia (BAC). 45 kamera hawk eye telah terpasang di Istora Senayan sebagai venue bulutangkis.

5. Jaringan 5G


Jaringan 5G untuk uji coba di Asian Games ini beroperasi di spektrum 28 GHz dan memiliki kecepatan 16 Gbps dan beratus-ratus kali lipat lebih cepat dibanding jaringan 4G. Ada beberapa uji coba teknologi menggunakan jaringan 5G, di antaranya adalah Future Driving alias remote control mobil mainan dengan menggunakan teknologi virtual reality (VR). Kemudian Cycling Everywhere yang menunjukkan pengalaman bersepeda dengan layar besar.

6. Bus Tanpa Sopir


Di kawasan GBK juga ada bus otonom atau bus yang dapat berjalan tanpa supir. Pabrikan yang menciptakan mobil tanpa supir tersebut adalah Navya, perusahaan kendaraan otonom asal Prancis. Mobil ini bisa menampung hingga 15 penumpang dengan desain yang modern. Seperti fitur navigasi dan keselamatan yang telah menggunakan sistem pendeteksi aktif, sensor Lidar, kamera 360, GPS, IMU dan lain sebagainya.

7. Teknologi Keamanan Siber


BSSN mendukung pelaksanaan Asian Games 2018 melalui pengamanan teknologi informasi dan komunikasi pendukung Asian Games. BSSN membentuk satuan tugas tanggap insiden keamanan siber yang bersinergi dengan berbagai unsur terkait pelaksana Asian Games untuk mengidentifikasi potensi ancaman dan kerentanan keamanan sistem teknologi informasi Asian Games dan melakukan upaya security continouos monitoring.

8. Teknologi Modifikasi Data


Untuk menjaga Asian Games tetap berjalan lancar dan terhindar dari gangguan asap yang diakibatkan kebakaran hutan dan lahan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi menerapkan teknologi modifikasi cuaca. Teknologi ini digunakan di Sumatera Selatan untuk membasahi lahan gambut agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan.