Skill yang Dibutuhkan untuk Menjadi Web Designer

22 February 2018 By 0 Comments

kursus jaringan komputer, kursus cisco jakarta, kursus jaringan komputer jakarta, kursus jaringan komputer cisco, kursus jaringan komputer di jakarta

Skill yang Dibutuhkan untuk Menjadi Web Designer – Sesuai dengan namanya, web designer akan mengarah ke dari sebuah website atau front end. Profesi ini menuntut kemampuan di 2 bidang sekaligus: Design dan Programming. Tentunya tidak sedikit dari rekan-rekan yang ingin berkarir sebagai web designer. Namun tidak jarang pula yang masih “awam” tentang profesi ini.

Apa saja skill dan kemampuan yang harus dikuasai? Pekerjaan apa yang akan dilakukan oleh seorang web designer? Cukupkah dengan HTML dan CSS saja? Dalam artikel ini kita akan membahasnya dengan lebih detail.

Web Design = Art + Programming

Skill design yang dibutuhkan adalah kemampuan untuk membuat tampilan website yang menarik, misalnya bagaimana memadukan warna, memilih font, menentukan lebar dari konten, hingga membuat logo website.

Kemampuan design ini juga harus dikombinasikan dengan aplikasi design seperti Adobe Photoshop dan Adobe Illustrator. Bagi yang menggunakan aplikasi open source bisa memakai GIMP dan Inkscape.

Keahlian design ini sering terlupakan karena banyak yang fokus langsung ke coding. Padahal skill coding yang “mantap” tapi minim skill design, hasilnya tidak akan maksimal.

Apakah anda sempat menggunakan situs media sosial friendster (yang booming sebelum era facebook di Indonesia)? Situs tersebut memperbolehkan user untuk menganti warna font, warna background, hingga bentuk cursor mouse. Hasilnya? Bagi yang tidak punya skill design, warna background hitam dipadu dengan warna font biru, ditambah efek kedap-kedip dari gambar gif, sangat tidak nyaman di mata.

Selain skill design, web designer juga harus paham konsep pembuatan website dari awal, misalnya bagaimana membuat sketsa tampilan website (wireframing), menyesuaikan fitur website dengan kebutuhan client, hingga cara merancang layout website yang user friendly.

Berbeda dengan design pada media offline seperti brosur, website merupakan media yang dinamis. Banyaknya perangkat yang digunakan untuk mengakses website juga menjadi tantangan tersendiri untuk web designer, yakni bagaimana caranya membuat website yang bisa tampil sempurna ketika diakses dari PC, tablet, hingga smartphone.

Skill kedua yang harus dimiliki oleh seorang web designer adalah dari coding (programming), dimana seorang web designer dituntut untuk paham minimal 2 bahasa pemrograman web, yakni HTML dan CSS. HTML digunakan untuk membuat stuktur website, sedangkan CSS digunakan untuk merancang tampilan.

Cukupkah dengan HTML dan CSS saja?

Jika pertanyaan ini ditanyakan 5 tahun lalu, bisa jadi jawabannya adalah “sudah“. Tapi perkembangan teknologi menuntut kita untuk terus update dan menyesuaikan diri.

Selain HTML dan CSS, JavaScript juga mesti dikuasai oleh web designer. Ingin menambahkan fitur slider / slideshow? Membuat jendela konfirmasi? Memperbesar ukuran gambar ketiga cursor mouse berada diatasnya? Semua ini butuh JavaScript.

Untuk menjadi web designer professional, skill yang diperlukan masih ada lagi. Yakni materi lanjutan seperti Bootstrap dan jQuery. Bootstrap adalah framework CSS yang bisa digunakan untuk mendesign web responsive dengan cepat. Sedangkan jQuery merupakan library JavaScript yang memudahkan pembuatan efek animasi.

Kemampuan coding hingga ke Bootstrap dan jQuery ini biasanya juga disyaratkan di lowongan kerja web designer lho.


Bagaimana dengan PHP dan MySQL?

Dalam proses pembuatan sebuah website, biasanya dibagi menjadi 2 profesi. Web designer yang berurusan dengan tampilan, dan web programmer yang membuat alur logika program website tersebut.

Karena berurusan dengan tampilan website yang berada di “depan”, web designer dikenal juga dengan sebutan front-end developer. Sedangkan web programmer disebut sebagai back-end developer.

Web Designer perlu paham HTML, CSS dan JavaScript. Sedangkan Web programmer fokus ke HTML, PHP dan MySQL.

Jadi, apakah web designer perlu belajar PHP dan MySQL? Jika Anda yakin perusahaan yang akan dimasuki membuat dua pembagian ini dari awal, maka seorang web designer tidak perlu belajar PHP dan MySQL.

Akan tetapi, pembagian seperti ini hanya ada di perusahaan-perusahaan besar. Mayoritas pekerjaan, terutama di perusahaan kecil (startup), menuntut Anda untuk membuat website dari awal hingga akhir. Si pemilik perusahaan cuma tau “buatkan Saya sebuah situs ini”. Yang artinya tidak ada pemisahaan antara siapa yang membuat design dan siapa yang membuat program. Anda harus membuat sebuah website dari nol, mulai dari design hingga merancang database.

Atas dasar ini pula saya menyarankan web designer untuk tetap mempelajari PHP dan MySQL. Kedua skill ini juga akan membantu anda untuk “berkomunikasi” dengan programmer, atau bahkan bisa mengkoreksi kesalahan yang dibuat dari web programmer (jika kerjaan design dan programming sudah dipisah).

Idealnya, seorang web designer punya basic di 5 materi dasar web programming: HTML, CSS, JavaScript, PHP dan MySQL. Kemudian ditambah materi lanjutan yang fokus ke design, seperti Bootstrap dan jQuery.

________________________________________

Web Design + Web Programming = Full Stack Web Developer

Apabila anda memiliki waktu luang yang cukup banyak / masih berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa, tidak ada salahnya mencoba mempelajari web design dan web programming dengan lebih dalam, termasuk sampai ke advanced PHP seperti framework dan pemrograman berbasis object.

Dengan gabungan skill web design dan web programming, kemampuan anda sudah bisa disebut sebagai full stack web developer, yakni menguasai bidang design sekaligus programming.

________________________________________

Terus Kembangkan Diri dan Update Skill

Apakah anda pernah mendengar Macromedia Flash atau Adobe Flash? Flash adalah teknologi yang digunakan untuk membuat animasi website dan masih sangat populer hingga beberapa tahun lalu. Tidak jarang lowongan web designer mensyaratkan kemampuan menggunakan aplikasi Adobe Flash.

Akan tetapi sekarang flash sudah “usang”. Fitur yang sama tersebut dengan teknologi animasi menggunakan HTML5, CSS3 dan JavaScript. Oleh karena itu jika Anda memilih berkarir sebagai web designer (atau programmer secara umum) harus selalu rajin update skill agar tidak ketinggalan.

Terdapat quote “Programmer itu tidak akan pernah berhenti belajar”. Istilah ini sangat tepat menggambarkan dinamisnya dunia programming. Ini merupakan tantangan yang sekaligus peluang. Apabila Anda memiliki skill yang update, perusahaan juga mau membayar lebih tinggi.

Siapkan Portfolio dan Pajang Karya Anda

Agar peluang menjadi web designer semakin terbuka, anda sebaiknya mulai membuat sebuah website pribadi atau blog untuk memajang seluruh hasil karya yang pernah dibuat. Bisa juga pajang di akun social media khusus design seperti dribbble.com dan deviantart.com

Jika nanti ingin melamar pekerjaan, tinggal cantumkan nama website tersebut di surat lamaran atau CV (Curriculum Vitae).

______________________________________

Kesimpulan : Skill untuk Web Designer

Menutup artikel ini, skill yang dibutuhkan untuk menjadi seorang web designer professional adalah:

  1. Skill design, bisa menggunakan aplikasi seperti Adobe Photoshop / GIMP dan Adobe Illustrator / Inkscape.
  2. Skill basic web programming: HTML, CSS, dan JavaScript.
  3. Skill lanjutan di CSS dan JavaScript, seperti Bootstrap dan jQuery.
  4. Paham alur pembuatan website secara keseluruhan, mulai dari tahap analis kebutuhan client, membuat sketsa website (wireframe), membuat design awal, hingga mengubah design menjadi kode program.

Artikel disadur dari duniailkom.com

Tetap pantau postingan dari Course-Net untuk mengetahui informasi lainnya seputar teknologi. Untuk kamu yang ingin mendalami dunia teknologi, bisa bergabung bersama Course-Net sesuai dengan kebutuhan kamu. Mengikuti kursus android developer misalnya.