Mitos dalam Android yang Harus Kamu Tahu Agar Tidak Mudah Tertipu

21:21 By 0 Comments

Mitos dalam Android – Hampir semua orang di planet ini menggunakan android. Mulai dari orang dewasa hingga anak-anak menggunakan smartphone yang memakai sistem operasi ini. Selain mudah digunakan, aplikasi ini juga membantu banyak orang untuk menyelesaikan banyak pekerjaan. Kemudahan itulah yang menjadikan kehadiran android selalu dinantikan di tengah kehidupan masyarakat dunia.

Meskipun sudah banyak digunakan oleh orang-orang dalam kegiatan sehari-hari, tapi masih saja banyak orang yang belum mengetahui secara pasti beberapa mitos yang tersebar. Beberapa pengguna hanya sibuk menerka tanpa tahu bagaimana kebenarannya. Kamu pun pasti sering mendengar mitos-mitos yang ada, dan bukan menutup kemungkinan menjadi salah satu yang percaya akan hal tersebut. Mari kita bahas satu per satu mitos apa saja yang tersebar dan bagaimana kebenarannya.

mito android, mitos virus android, download game misteri untuk android, mitos y leyendas tcg android, mitos sobre android, mitos y leyendas para android, mitos y leyendas android, mitos hp android, mitos game android, mitos falsos android, mitos de android, mitos baterai android, mitos kalibrasi baterai android, mitos android, download game misteri android,

1. Banyak aplikasi yang dibiarkan mengonsumsi energi yang dimiliki baterai smartphone

Ada salah satu mitos yang tersebar pada pengguna android bahwa aplikasi yang tidak digunakan sebaiknya ditutup secara langsung untuk menghemat energi baterai. Ternyata, mitos tersebut hanya sebatas mitos untuk membuat gugup para pengguna android. Ternyata android memiliki fitur stop running yang akan menghentikan perjalanan aplikasi yang tidak digunakan sehingga tidak memakan banyak energi baterai. Aplikasi yang tidak digunakan pun meski belum ditutup tidak akan membutuhkan banyak energi. Kamu bisa membuktikannya sendiri dengan melakukan cek pada pengaturan aplikasi di smartphone android milikmu.

2. Mengisi daya ketika baterai sudah benar-benar habis

Mitos seperti ini masih sering terdengar di tengah masyarakat. Pengguna android akan membiarkan ponselnya sampai benar-benar mati sebelum akhirnya akan mengisi kembali daya baterainya. Mungkin hal ini memang berguna saat teknologi baterai masih berada di masa lampau, tapi teknologi yang digunakan sekarang sudah berbeda. Mengisi ulang daya baterai android ketika benar-benar habis ternyata adalah hal yang tidak tepat. Ada pengingat bahwa daya baterai sudah menipis, itulah saat yang tepat untuk mengisi dayanya.

3. Smartphone versi terbaru tidak lebih baik dari versi yang lama

Perkembangan teknologi android seperti tidak pernah habis untuk diikuti. Setiap hari selalu ada pembaharuan yang dilakukan oleh produsen smartphone android. Hal tersebut tentu saja dilakukan sebagai langkah marketing agar tingkat ekonomi perusahaan menjadi lebih baik. Namun, yang perlu kamu tahu adalah tidak selamanya smartphone android terbaru menjadi lebih baik bila dibandingkan dengan smartphone android dalam versi sebelumnya. Jarang sekali ada teknologi baru yang benar-benar berbeda dengan versi sebelumnya. Kebanyakan perusahaan hanya melakukan sedikit inovasi sebagai usaha penjualan.

4. Hanya menggunakan charger yang memiliki merk yang sama dengan smarphone android

Pernah mendengar mitos di atas? Jangan langsung percaya. Sekali lagi hal tersebut hanyalah isu agar produk perusahaan yang kamu gunakan semakin laku terjual. faktor ekonomi menjadi pemicu beredarnya isu tersebut. Ada beberapa hal yang harus kamu ingat bila menggunakan charger lain yang memiliki merk berbeda. Pertama, perhatikan arus yang dialirkan melalui charger yang digunakan, usahakan untuk memiliki nilai yang sama atau minimal tidak berbeda jauh. Kedua, tidak semua charger dengan merk sama memiliki aliran arus yang sama dengan baterai smartphone-mu. Sekarang ini banyak juga barang KW yang beredar. Jadi sama mitos ini jangan langsung kamu percaya, ya!

Itulah beberapa mitos seputar android yang beredar di sekitar kita. Selalu lakukan verifikasi agar tidak mudah tertipu oleh isu yang berkembang.