Apa Itu Big Data dan Bagaimana Cara Kerjanya

Apa Itu Big Data dan Bagaimana Cara Kerjanya

Big data merupakan istilah yang menggambarkan jumlah banyaknya data baik yang bersifat terstruktur maupun tidak terstruktur yang dipergunakan untuk keperluan tertentu. Saat ini, data adalah bahan bakar terbaik untuk sebuah bisnis. Dengan data yang dimiliki, perusahaan dapat menganalisa kinerja hingga pasarnya untuk membuat keputusan dan strategi yang lebih baik.

Sejarah Big Data

Istilah “big data” mengacu pada data dengan jumlah yang sangat besar, cepat, kompleks sehingga sulit atau tidak mungkin untuk diproses menggunakan metode manual atau tradisional. Kita sepakat bahwa sudah sejak lama aktifitas menyimpan data dalam jumlah besar dengan informasi yang terdapat didalamnya. Namun untuk konsep Big Data itu sendiri baru booming diawal tahun 2000-an. Ada beberapa hal yang perlu diketahui tentang Big Data:

  • Volume : Organisasi/perusahaan yang mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk transaksi bisnis, perangkat pintar (IoT), peralatan industri, video, media sosial dan data-data yang sejenis. Dahulu menyimpannya akan menjadi masalah besar, namun saat ini sudah banyak penyimpanan cloud atau memiliki bank data di server sendiri.
  • Velocity : Dengan pertumbuhan Internet of Things (IoT), data mengalir ke bisnis dengan sangat kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan harus ditangani tepat waktu.
  • Varietas : Data hadir dalam semua jenis format dan lebih terstruktur, data numerik dalam database hingga dokumen teks, email, video, audio, data saham, dan transaksi keuangan.
  • Variabilitas : Selain kecepatan dan varietas data yang meningkat, aliran data tidak dapat diprediksi akan sering berubah dan jumlahnya akan sangat bervariasi. Ini adalah sebuah tantangan, tetapi bisnis perlu tahu kapan sesuatu sedang tren di media sosial, dan bagaimana mengelola data yang masuk secara harian, musiman, dan yang dipicu oleh peristiwa.
  • Valid : Jika varietas mengacu pada kualitas data. Karena data berasal dari begitu banyak sumber berbeda, sulit untuk menautkan, mencocokkan, membersihkan, dan mengubah data di seluruh sistem. Bisnis perlu menghubungkan dan mengorelasikan hubungan, hierarki, dan berbagai hubungan data. Jika tidak, data mereka dapat dengan cepat akan hilang kendali.

Baca Juga : Ungkap 5 Mitos Pendidikan dari Teknik Analisis Data

Mengapa Big Data Penting?

Pentingnya Big Data tidak berkisar pada seberapa banyak data yang Anda miliki, tetapi apa yang Anda lakukan dengan data tersebut. Anda dapat mengambil data dari sumber apa pun dan menganalisisnya untuk menemukan jawaban atau solusi yang tepat. Seperti pengurangan biaya produksi, pengurangan waktu produksi, pengembangan produk baru, dan penawaran yang dioptimalkan. Saat Anda menggabungkan Big Data dengan analisa yang baik, Anda dapat menyelesaikan tugas-tugas yang terkait dengan bisnis seperti:

  • Menentukan akar penyebab kegagalan dalam strategi bisnis.
  • Menghasilkan strategi penjualan berdasarkan kebiasaan membeli pelanggan.
  • Menghitung ulang seluruh risiko dalam hitungan menit.
  • Mendeteksi perilaku kecurangan sebelum memengaruhi perusahaan Anda.

Cara Kerja Big Data

Sebelum bisnis dapat menerapkan big data seperti sekarang ini, mereka harus mempertimbangkan alurnya di antara beberapa lokasi, sumber, sistem, pemilik, dan pengguna. Ada lima langkah utama untuk mengambil alih struktur besar ini yang mencakup data yang masih bersifat tradisional dan terstruktur bersama dengan data tidak terstruktur:

1. Tetapkan strategi big data

Pada level kompleks, strategi big data merupakan rencana yang dibangun untuk membantu Anda mengawasi dan meningkatkan cara Anda memperoleh, menyimpan, mengelola, berbagi, dan menggunakan data di dalam dan di luar perusahaan Anda.

Strategi big data mengatur panggung untuk kesuksesan bisnis di tengah banyaknya data yang ada pada lingkaran bisnis Anda. Ketika mengembangkan strategi, penting untuk mempertimbangkan tujuan dan inisiatif bisnis dan teknologi yang ada. Ada baiknya, Anda perlakukan big data seperti aset bisnis berharga lainnya daripada hanya produk sampingan aplikasi saja.

2. Ketahui sumber big data

Ada 4 sumber big data yang harus diketahui oleh Anda, sebagai berikut :

  • Data streaming berasal dari Internet dan perangkat terhubung lainnya yang mengalir ke sistem TI dari perangkat yang dapat dipakai, mobil pintar, perangkat medis, peralatan industri, dan banyak lagi. Anda dapat menganalisis data-data tersebut dan memutuskan data mana yang akan disimpan atau tidak, atau mana yang perlu analisis lebih lanjut.
  • Data media sosial berasal dari interaksi di Facebook, YouTube, Instagram, dan media sosial yang lain. Tentu data ini termasuk dalam bentuk gambar, video, suara, teks dan suara yang berguna untuk pemasaran, penjualan, dan dukungan. Data pada media sosial kerap dalam sifat yang tidak terstruktur atau semi-terstruktur, sehingga menimbulkan tantangan untuk menganalisa lebih dalam lagi.
  • Data yang tersedia untuk umum berasal dari sejumlah besar sumber data terbuka seperti data pemerintahan yang dibuka oleh umum, data organisasi, hingga data-data survei yang diberikan kepada masyarakat umum.
  • Data besar lainnya dapat berasal dari aktivitas offline, jaringan pertemanan dan masih banyak lagi.

3. Akses, kelola, dan simpan big data

Bagi Anda yang ingin mengelola big data dengan sangat baik, Anda perlu menyiapkan sistem komputasi modern guna memberikan kecepatan, daya, dan fleksibilitas yang dibutuhkan untuk dengan cepat mengakses varian data-data yang telah disimpan atau yang akan dianalisa lebih mendalam.

Perusahaan juga membutuhkan metode untuk mengintegrasikan data, memastikan kualitas data, menyediakan tata kelola dan penyimpanan data, dan menyiapkan data untuk analisa. Beberapa data dapat disimpan di server milik sendiri atau tempat penyimpanan berbasisi cloud.

Baca Juga : Apa itu Data Analyst dan Tangung Jawabnya

4. Menganalisis big data

Perusahaan dapat memilih untuk menggunakan semua data yang ada untuk analisis atau Anda dapat menentukan dahulu data mana yang relevan sebelum menganalisisnya. Dengan kedua cara tersebut, analitsis big data adalah bagaimana perusahaan mendapatkan nilai dan wawasan dari data yang diperoleh.

5. Membuat keputusan yang cerdas berdasarkan data

Jika Anda mengelola data dengan baik maka akan menghasilkan hasil atau keputusan yang dapat dipercaya. Bila bisnis Anda ingin terus berkembang, Anda perlu memanfaatkan dukungan big data untuk mendapatkan masukan-masukan dan membuat keputusan yang cerdas berdasarkan data. Perusahaan akan mudah dikembangkan jika didasari oleh data-data valid bukan sekedar insting.

Itulah pengertian Big Data dan bagaimana cara kerjanya, bagi Anda yang ingin mempelajari big data lebih dalam lagi maka Anda dapat mengikuti kursus data science di Course-Net. Anda akan mendapatkan pemahaman mendalam tentang mengelola data (big data) dan menjadi data science andal dengan sertifikasi internasional.

Kami berikan penawaran menarik untuk Anda yang klik tombol Whastapp dibawah ini.

Klik WA