5 Tips Jitu Tangkal Hacker saat Work From Home (WFH)

5 Tips Jitu Tangkal Hacker saat Work From Home (WFH)

Tahukah Anda, 17 tahun lalu sejumlah negara terdampak SARS, pada tahun tersebut kebijakan kerja dari rumah (work from home) menjadi konsep yang tidak dapat diterapkan oleh setiap negara. Ada banyak kendala yang menghambat, seperti bandwidth terbatas serta teknologi pada waktu itu belum secanggih seperti sekarang.

Keamanan siber, seperti di lingkungan kerja, masih berfokus pada tahapan melindungi aktivitas-aktivitas yang dikerjakan dari desktop, sementara kesadaran untuk membangun perlindungan dari smartphone dan tablet baru ada sekitar lima tahun kemudian.

Ada banyak sekali cara untuk mengakses jaringan saat kita Work From Home kala pandemi Covid-19 ini. Remote office sudah terjadi dan mobile office telah menjadi kenyataaan. Selain untuk melindungi kesehatan, keselamatan, dan keamanan para pekerja, kebijakan work from home juga diharapkan efektif dalam mempertahankan laju perkembangan bisnis yang mereka jalankan.

Namun, menurut Country Manager Palo Alto Networks Indonesia Surung Sinamo yang kami lansir dari Liputan 6, perusahaan juga perlu memastikan adanya penerapan kebijakan serupa untuk infrastruktur TI, dan menghindari diterapkannya pendekatan-pendekatan yang selalu berubah-ubah.

“Pemilik perusahaan atau pihak manajemen perlu menerapkan kebijakan Bring Your Own Device (BYOD) beserta panduannya secara ketat bagi staf yang hendak menggunakan perangkat milik pribadi untuk mengakses sistem dan jaringan perusahaan yang ada di kantor,” ujar Surung melalui keterangannya.

Sehubungan dengan kebijakan work from home, seluruh perangkat yang digunakan staf atau karyawan perlu memiliki BYOD. Seperti smartphone, tablet, dan laptop harus mendapatkan otorisasi dari divisi TI perusahaan, sebelum diizinkan untuk melakukan koneksi dengan jaringan perusahaan karena hal ini berhubungan erat dengan keamanan siber (cyber security)

“Bayangkan apabila karyawan-karyawan tersebut bekerja dari rumah dan melakukan akses terhadap data-data penting dan rahasia yang tersimpan di dalam jaringan perusahaan dengan menggunakan perangkat pribadi yang juga digunakan bersama-sama oleh keluarganya,” tutur Surung.

Beliau menilai, rendahnya tingkat kesadaran karyawan ini sangat berpotensi untuk dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan siber. Jika terjadi, maka akan membawa risiko tinggi bagi keamanan perusahaan. Nah, berikut ini Course-Net akan membagikan 5 tips agar kerja dari rumah menjadi makin aman dan terhindar dari aksi jahat hacker.

1. Perangkat yang Digunakan

work from home

Karyawan hanya boleh menggunakan perangkat yang telah diotorisasi dan diizinkan oleh perusahaan untuk melakukan akses ke jaringan perusahaan untuk keperluan pekerjaan.

2. Edukasi

Edukasi wfh

Perusahaan hendaknya secara teratur memberikan penegasan kepada setiap karyawan tentang pentingnya kedisplinan dalam menerapkan standar keamanan siber ketika bekerja di rumah.

Ini juga menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk menyusun materi tentang keamanan siber bagi para karyawannya agar dibagikan pula kepada anggota keluarganya guna mendorong dan menanamkan kesadaran akan pentingnya keamanan siber.

Pihak perusahaan juga dapat bekerjasama dengan Course-Net dalam hal mengedukasi para karyawannya dalam hal cyber security.

3. Training

Pelatihan Work Form Home

Terlepas darimana karyawan melakuan akses pada jaringan perusahaan, pihak manajemen perlu memberikan training serta melakukan serangkaian tes untuk mengukur tingkat pengetahuan karyawan terhadap keamanan siber.

Untuk hasil yang lebih baik, perusahaan bisa mengaitkan training dan tes dengan hal-hal yang relevan, seperti bagaimana bekerja dari rumah secara aman dan bagaimana menghindari jebakan-jebakan yang bisa membuka peluang terjadinya ancaman dan serangan dari peretas.

4. Perbaharui Software

Perbaharui software

Dianjurkan untuk menginstal tools keamanan terbaru. Seperti Antivirus, sistem keamanan OS terbaru dan hal-hal yang menyangkut sisi keamanan. Mengapa hal ini dilakukan, karena software yang sudah out date akan menjadi celah yang bisa dimasuki oleh peretas.

Pemilik perusahaan juga bisa menerapkan firewalls guna mempermudah karyawan untuk mengakses data-data sensitif secara aman dari belahan dunia manapun karyawan berada.

5. Cloud

Cloud

Karyawan hanya boleh menggunakan layanan-layanan dan aplikasi-aplikasi berbasis di cloud yang sudah mendapatkan persetujuan dari atasan atau manajemen yang punya otoritas dan diakses melalui jaringan perusahaan.

Itulah 5 Tips jitu tangkal hacker saat work from home, bagi Anda yang penasaran dengan bagaimana cara kerja hacker dalam meretas sebuah jaringan atau sistem. Anda bisa mengikuti program Coaching Hacker di Course-Net. Anda akan belajar menjadi white hat hacker dengan Coach dengan spesifikasi 3P (Punya Sertifikasi Internasional, Praktisi dibidang Cyber Scurity, dan Punya prestasi internasional). So, tunggu apa lagi segera hubungi tim kami dibawah ini karena kursi terbatas.

Klik WA

Leave a Reply